Sabtu, 01 Okt 2022
  • Mari Giatkan dan Manfaatkan E-Perpustakaan pusat untuk membaca -||- Biasakan siswa membawa BEKAL KE SEKOLAH -||- Mulai masuk ajaran baru 2022/2023 tanggal 11 Juli 2022-||-

Kumpulan Puisi Agustus

Kumpulan Puisi Agustus

PUISI TERBAIK 1

Zamin Merdeka

Karya Aida Nurul Afifah

Kelas X-7

Nabastala pernah menangis

Air-air langit dijatuhkannya berintik

Membilas atma-atma yang tak lagi meringis

Atma-atma yang berjuang halau pelik

Negeri ini berhutang budi

Pada tubuh-tubuh pengabdi pertiwi

Mayapada memeluk erat jasad para pejuang negeri

Dijaganya jiwa-jiwa sejak masa belum berganti

Tahun empat lima membuka jalan pelita

Membangun asa-asa yang pernah tertidur lama

Menyulut kobar semangat bela negara

Mengantar cita bangsa dari telinga ke telinga

Masa-masa itu telah berlalu

Gundah-gundah sudah tersingkir jauh

Negeri ini lah tempat kemerdekaan berlabuh

Penjajah telah berpulang membawa rasa malu

Kini adalah kini

Masa kita sudah menanti

Merawat kemerdekaan t’lah jadi dharma

Menjauhi negeri dari ripuh dan derita

Apa itu Kemerdekaan?
Najla Sabrina Azzahra


Apa itu Kemerdekaan?
Apakah hanya sebatas dikibarkannya sang saka merah putih?
Ataukah juga cita-cita bangsa yang akhirnya dapat dicapai?
Kemerdekaan ialah cita-cita bangsa


Apa itu Kemardekaan?
Apakah hanya sebatas lepasnya Indonesia dari cengkraman pejajah?
Ataukah juga pencerminan dari keadilan dan kemanusiaan yang seharusnya ditegakkan?
Kemerdekaan ialah keadilan dan kemanusiaan


Apa itu Kemerdekaan?
Apakah hanya sebatas perayaan akbar setiap tahun?
Ataukah juga pengharapan akan kesejahteraan bangsa?
Kemerdekaan ialah pengharapan akan kesejahteraan bangsa


Kemerdekaan ialah cita-cita bangsa
Kemerdekaan ialah keadilan dan kemanusiaan
Kemerdekaan ialah pengharapan akan kesejahteraan bangsa
Kemerdekaan ialah yang harus kita pertahankan sebagai generasi penerus bangsa

PUISI TERBAIK 2

Bumi Setapak

Karya Angger Prima Wiguna

Kelas XII MIPA 2

Terik siang di kala perang

Terdengar teriak pejuang dengan lantang

Gema takbir yang berkumandang

Memacu diriku untuk menerjang

Semangat yang membara

dari jiwa yang ingin merdeka

Dihujani tembakan artileri

Tak membuatku gentar demi ibu pertiwi

Dihempas bagaikan kapas

Dilindas bagaikan kertas

Pedih perih menyelimuti seluruh tubuh

Demi sebuah mimpi yang kupegang teguh

Tanah yang luas bagai samudera

Alam yang kaya Surga Dunia

Kini terasa bumi setapak

Sempit digenggam penjajah tak punya otak

Tiba malam yang kini sunyi

Kala mentari ditelan bumi

Tak sanggup lagi aku berdiri

Meski hati ingin berlari

Tubuhku ditembus peluru

Koyak, berlubang tak menentu

Hingga kusadari inilah akhir hidupku

Untukmu negeriku jiwa dan ragaku

PUISI TERBAIK 3

Ujung Tombak Bangsa

Karya Fanesa Dwi Roshe Putri

Kelas XI MIPA 4

Berpijak tegak di ibu pertiwi

Diselimuti rekaman jejak yang menghantui

Segalanya merasuk hangat di setiap inci nadi

Melintas secara fasih

Terbayang perjuangan dari semua sisi

Derita tapi seakan tak takut akan mati

Yang ada hanya keteguhan pada evidensi

Tergaris indah dalam imajinasi

Segalanya menyerang kalbu

Hingga sejenak cakrawala kelabu

Habis ini aku tak heran jika lantas tangis itu

Karena berpihak pada diriku

Terduduk nan elok tanpa rasa

Kurasa tak perlu untuk merasakannya

Pengorbanan harta, jiwa dan raga

Semuanya tak ada yang sia-sia

Masa depan bangsa terpikul jelas dan ada

Terpikul berat pada pundaknya

Meneruskan segala pengorbanan yang pernah ada

Untuk tetap merasakan kemerdekaan pada dimensi selanjutnya

PUISI TERBAIK 4

Meriam Kemerdekaan

Karya Annaya Resya Aldevita, Kelas 10-4

Sang mentari menyongsong pagi kami

Mengulang pagi penuh sengsara

Menggulung senyum tuk hadapi penjajah

Siap tertusuk dan tertembak

Perjuangan tidak pernah usai

Peluh kutitihkan di meda pertempuran

Nyawa dan harta kulimpahkan

Demi satu lafaz kuucapkan “merdeka!”

Ringkihnya bambu runcingku

Tak sepadan dengan senapan lawan

Tapi gelora semangat di dadaku

Mengalahkan jeritan meriammu

Wahai muda mudi harapan negeri

Segala gagasan kau curahkan

Membangun negeri ini dengan pikiran

Bercengkrama dengan pemikiran pemikiran tak terbayangkan

Lanjutkanlah perjuangan ini, para milenial

Jangan tenggelam dalam perubahan

Hadapi penjajah masa kini di garda depan

Izinkan kami menutup mata di alam-Nya

PUISI TERBAIK 7

Di Langit Jingga

Karya Sukma Ramadhani

Kelas XII IPS 2

Merah lambang keberanian

Putih lambang kesucian

Para pejuang bertekad untuk menang.

Walau hanya sebatas bambu

Namun runcingnya mampu membuat

semangat menggebu

Dengan peluh yang membasahi

Sampai bawah dagu

Juga degup jantung yang

Berdegup tak menentu

Setelah banyaknya para pejuang yang

Gugur di medan perang

Begitu nafas terakhir dihembuskan dalam

Dekapan dan pelukan yang menghangatkan

Senyum hangat terukir

Namun tersirat rasa sakit

Yang menggerogoti rongga dada

berharap bahwa kemenangan

Sudah didepan mata

Begitu kata ‘MERDEKA’ berdengung

Mengisi kekosongan pagi hari itu

Riuh ricuh akan kemenangan

Mampu membuat siapapun

Melepas napas tanpa ketakutan

Dilangit Jingga yang telah menanti untuk dinikmati oleh para pejuang bangsa

Kami, muda-mudi Indonesia

Akan bersatu demi memajukan negara yang telah merdeka!

MERDEKA!!!

PUISI TERBAIK 8

Perjuangan Negeri

Karya Purwo Daffarel – Kelas XI MIPA 3

Waai pahlawan Indonesia

Tiada lelah engkau berjuang di medan perang

Menghantarkan semangat jiwa dan raga

Demi membangun satu kesatuan republik Indonesia

Hei pemuda pemudi negeri ini

Engkaulah harapan di negeri ini

Untuk membangun semangat juang lebih giat lagi

Bangunlah negeri ini dan jayalah bumi,pertiwi ini

Pahlawanku

Perjuanganmu sangat berarti buat kami

Sampai bendera merah putih ini dikibarkan, di negeri ini

Terima kasih Pahlawanku

PUISI TERBAIK 9

Nyanyian Peluru

Karya Zahran Putra Arganta

Kelas XI MIPA 4

Alam semesta ini sedang bergemuruh      

Nyawa-nyawa hilang tak pasti

Tidak peduli berapa nyawa berpulang Tidak peduli kapan saatnya berpulang

Tidak ada lagi suara burung di pagi hari

Tidak ada lagi rayuan angin menyelimuti pagi                   

Kami hanya mendengar nyanyian peluru

Diiringi suara tangisan yang merdu

Kami bersimbah darah

Tubuh kami dipenuhi luka  

Kami hanya bisa berdoa

Agar Indonesia merdeka

“Merdeka”
Karya: Diah A. Prasasti

Merdeka
7 huruf yang dirangai menjadi sebuah kata
7 huruf yang penuh mkna
Hanya 7 huruf yang mengantarkan bangsa Indonesia pada kebebasan
Bebas dari segala penjajahan dan penindasan
Merdeka
Dengan 7 huruf ini pula
Bangsa Indonesia mengorbankan seluruh harta, benda, nyawa, dan air mata
Namun
7 huruf ini pula
Yang membayar lunas seluruh pengorbanan bangsa Indonesia
Sehingga kita bisa bersuka cita, merasakan kebebasan yang mereka ciptakan
Mari kita jaga dan pupuk rasa nasionalisme kita
Dn mari kita selalu mengenang jasa para pahlawan yang telah rela mengorbankn segalanya,
termasuk nyawanya
Merdeka
Merdeka
Merdeka

penulis
MIFTAH kurikulum

Tulisan Lainnya

Prokes dimasa Pandemi
Oleh : sman5jkt

Prokes dimasa Pandemi

0 Komentar

KELUAR